You are here:

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Search

Customer Suport [24 jam ]

Login / Register



Testimonial

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Banner
Banner

Visitor Maps

Site Statistic

Content View Hits : 2633917

Who,s Online

We have 109 guests and 2 members online
Pengurus MUI Koq Kunjungi Presiden Israel ??
Friday, 20 January 2017 11:03

c5aeda45-a64e-43b5-b9a6-6efaf98e1c38

 

Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Istibsyaroh dikabarkan bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin. MUI juga mendengar kabar itu dan berharap itu adalah kabar hoax.

"Teman-teman di MUI menyesalkan kalau itu benar. Tapi sekarang sedang musim hoax, mudah-mudahan saya berharap itu hoax, karena kapasitas Ibu Istibsyaroh adalah Ketua MUI," kata Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat HM Baharun saat dihubungi ,Jumat (20/1/2017).

Baharun tak mendengar kabar itu lewat Istibsyaroh langsung, melainkan dari media sosial. Bila benar Istibsyaroh berkunjung ke Israel menemui Presiden Rivlin, tentu itu langkah yang tidak dapat dibenarkan oleh MUI.

"Kalau memang benar, sebetulnya ini tidak dapat dibenarkan. Sebagai salah satu pengurus MUI, dia tidak dibenarkan bertemu pejabat-pejabat negara yang menzalimi rakyat Palestina itu," kata Baharun.

Dia menyatakan sikap MUI terhadap Israel sejalan dengan sikap Indonesia terhadap Israel. Indonesia dan MUI mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk tindakan Israel. Dia memastikan kunjungan Istibsyaroh tak ada hubungannya dengan MUI.

"Saya tak tahu itu undangan pribadi atau tidak. Jelas, MUI tidak ada hubungan dengan kunjungannya ke Israel," kata Baharun.

Dilansir dari Israel Ministri of Foreign Affairs, pertemuan itu berlangsung pada Rabu (18/1/) lalu. Istibsyaroh mengunjungi Israel atas inisiatif Australia/Israel and Jewish Affairs Council (AIJAC).

Rivlin, dalam keterangan lewat juru bicara presiden, secara hangat menerima delegasi itu. Dia menjelaskan kepada Istibsyaroh bahwa demokrasi di Israel bukan hanya untuk Yahudi, melainkan untuk semua orang.

"Kami tidak punya perang dengan Islam. Sayangnya, ada orang yang menolak ide Negara Israel itu sendiri, seperti Iran, Hezbollah, Hamas, secara keras dan jelas bahwa tak ada jalan untuk mengakui Israel, dari kacamata Pan-Islamisme," tutur Rivlin.

Dia mencoba meyakinkan, "Saya yakinkan kamu di Yerusalem, kota Tuhan, semua orang bisa beribadah menurut kepercayaannya, dan Israel akan meneruskan untuk mempertahankan kepercayaan. Tak masalah apa pun yang dikatakan propaganda anti-Israel. Propaganda itu hanya datang untuk memprovokasi dunia Islam melawan Israel," katanya.

"Kami percaya di Israel adalah negara demokratis dan Negara Yahudi, bukan demokrasi untuk Yahudi, namun demokrasi untuk semua orang," ujar Rivlin.

Istibsyaroh menyatakan ini merupakan suatu kehormatan bagi dirinya bisa hadir di Israel. Mereka berdua berbicara tentang pentingnya dialog antarkepercayaan dan kebudayaan.

Share